Aspirin dan Agen Trombolitik

Pada pasien penderita penyakit jantung dan pembuluh darah, mekanisme hemostasis dapat terjadi meskipun tidak ada trauma (kerusakan) eksternal pada pembuluh darah. Pada dosis yang rendah, aspirin menginhibisi vasokonstriksi dan agregasi trombosit (untuk membentuk sumbatan) dengan cara memblok sintesis thromboxan A2. Aspirin juga mengurangi kemungkinan terbentuknya trombus, sumbatan trombosit abnormal yang terjadi pada pembuluh darah yang tidak rusak. Dengan efek-efek ini, aspirin mengurangi resiko terjadinya transient ischemic attacks (TIA), stroke, infark myokardium, dan penyumbatan arteri perifer.

Agen trombolitik adalah bahan-bahan kimia yang dimasukkan kedalam tubuh untuk menghancurkan clot (melakukan proses dissolusi, lihat post ‘Hemostasis 2’) dan kembali melancarkan sirkulasi darah. Agen-agen ini dapat secara langsung ataupun tidak langsung mengaktifkan plasminogen. Agen trombolitik pertama, diterima pada tahun 1982 setelah berhasil menghancurkan clot pada arteri koroner jantung, adalah streptokinase, yang diproduksi oleh bakteri streptokokus. Suatu t-PA (tissue plasminogen activator) manusia yang dikembangkan secara genetik sekarang digunakan untuk mengobati penderita serangan jantung dan otak (stroke) yang disebabkan oleh clot darah.

Sumber: Principles of Anatomy and Physiology, Gerard J. Tortora.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s