Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Definisi dan Patogenesis Suatu penyakit yang tidak diketahui etiologinya, dimana jaringan dan sel mengalami kerusakan akibat aktivitas autoantibodi dan kompleks imun. Genetik, lingkungan, dan hormon-hormon seks diperkirakan mempengaruhi patogenesis SLE. Pada penderita SLE terdapat hiperaktivitas dari sel T dan B, produksi antibodi yang spesifik terhadap antigen nuklear (inti), dan abnormalitas dari fungsi sel T.

Manifestasi Klinis 90% penderita adalah perempuan, biasanya pada usia anak-anak. SLE dapat mempengaruhi berbagai sistem organ dan memiliki tingkat keparahan yang luas. Beberapa manifestasi klinis:

  • Konstitusional—lemah, demam, malaise, penurunan berat badan
  • Kutaneous—ruam, sensitivitas terhadap cahaya, vaskulitis (inflamasi pembuluh darah), alopecia (rambut rontok), ulser rongga mulut

Ruam pada wajah penderita SLE

  • Arthritis (radang sendi)—inflamasi, simetris, non-erosif
  • Hematologik—anemia (bisa hemolitik), neutropenia, trombositopenia, limpadenopati, splenomegali, trombosis vena atau arteri
  • Jantung dan Paru—pleuritis, perikarditis, miokarditis, endokarditis
  • Nefritis
  • Saluran cerna—peritonitis,vaskulitis
  • Neurologik—sindrom-sindrom otak organik, kejang, psikosis, serebritis

Sumber: Harrison’s Manual of Medicine 17th Edition

Gambar: http://www.humanillnesses.com

2 responses to “Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s