SLE: Pemeriksaan dan Penatalaksanaan

Pemeriksaan Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

  • Anamnesa dan pemeriksaan fisik
  • Adanya ANA (antinuclear antibodies) merupakan pendukung diagnosis yang kuat, tetapi ANA (+) tidak selalu spesifik pada SLE. Pemeriiksaan laboratorium termasuk: pemeriksaan darah lengkap, laju endap darah (LED), antinuclear antibodies (ANA) dan subtipenya (antibodi dsDNA, ssDNA, Sm, Ro, La, histone), kadar komplemen (C3, C4, CH50), imunoglobulin serum, VDRL (pemeriksaan sifilis), PT, PTT, antibodi antikardiolipin, antikoagulan lupus, analisis urin.
  • Pemeriksaan radiografik
  • ECG (electrocardiogram)
  • Pertimbangan dilakukan biopsi ginjal jika dicurigai gromerulonefritis

Penatalaksanaan

Pilihan terapi didasarkan pada jenis dan tingkat keparahan manifestasi klinis. Tujuannya adalah untuk mengontrol gejala akut dan memelihara agar tanda klinis ditekan dalam batas senormal mungkin. Pilihan terapi bergantung pada; (1) apakah penyakit mengancam nyawa atau berpotensi mengakibatkan kerusakan organ; (2) apakah manifestasi klinis yang timbul bersifat reversibel; (3) pilihan terbaik untuk mencegah komplikasi dari penyakit dan pengobatannya.

Terapi Konservatif untuk SLE yang Tidak Mengancam Nyawa

  • NSAIDs (nonsteroidal intiinflammatory drugs; cth: ibuprofen 400-800 mg, tiga sampai empat kali sehari). Komplikasi ginjal, saluran cerna, dan kardiovaskular harus dipertimbangkan.
  • Antimalaria (hydroxychloroquine 400 mg/d)—dapat memmperbaiki manifestasi klinis konstitusional dan kutaneous (lihat post Systemic Lupus Erythematosus (SLE)).

Terapi SLE yang Mengancam Nyawa

  • Glukokortikoid sistemik
  • Agen-agen sitotoksik/ imunosupresif—ditambahkan pada glukokortikoid:
  1. Cyclophosphamide—diberikan intravena (IV) 7-25 mg/kg setiap 4 minggu. Dosis oral harian 1,5-3,0 mg/kg per hari juga dapat diberikan, tetapi memiliki resiko lebih besar terjadi toksisitas saluran kemih.
  2. Mycophenolate mofetil—2-3 g/hari
  3. Azathioprine—cukup efektif tetapi lebih lambat memberikan respon terapi.
  • Antikoagulan—dapat diberikan pada pasien dengan komplikasi trombosis.

Sumber: Harrison’s Manual of Medicine 17th Edition

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s